kisah inspirasi 2

  • September 14, 2010 at 8:37 pm in

Novita Permatasari
H34100022
Laskar 9
Jangan Mudah Menyerah
Ketika duduk di bangku kelas 1 SMA, saya terkejut karena di sekolah SMA saya ada pelajaran bahasa Perancis. Waktu itu saya merasa sangat bingung karena saya pikir bahasa perancis itu sulit. Bahasa Inggris yang sudah saya pelajari sejak kelas 4 SD saja saya belum bisa menggunakannya dengan lancar apalagi harus ditambah dengan bahasa Perancis. Dan ketika itu juga saya dengar dari teman yang sudah mendapat kelas bahasa Perancis terlebih dahulu bahwa gurunya itu galak. Makin takutlah saya dengan bahasa Perancis.
Tepatnya hari Kamis saya mendapatkan jadwal bahasa Perancis. Dan hari itu pun tiba. Pertama-tama, guru itu membagikan buku panduan bahasa Perancis serta dua buah kamus (Perancis-Indonesia dan Indonesia-Perancis). Kemudian beliau berkata dalam bahasa Perancis yang saya dan teman-teman belum mengerti. Lalu beliau mengajarkan nama benda-benda dalam bahasa Perancis. Ternyata setelah mempelajari bahasa Perancis agak dalam, bahasa Perancis itu sedikit lebih rumit daripada bahasa Inggris. Karena gurunya sangat tegas, maka saya dann teman-teman pun selalu menuruti perintahnya agar tak terjadi kekacauan di kelas.
Setelah beberapa bulan belajar bahasa Perancis, ternyata gurunya mulai nyaman dengan kelasku. Beliau sering curhat berbagai hal kepada kelasku. Pernah suatu kali dia bercerita tentang bagaimana beliau belajar bahasa Perancis. Dia berkata bahwa jika kamu ingin mempelajari suatu bahasa, maka kamu harus giat berlatih seperti rajin menulis bahasa itu, sering malafalkannya. Beliau berkata bahwa belajar bahasa itu seperti orang gila, mengoceh sendiri tidak karuan ketika sedang melafalkannya. Waktu beliau belajar bahasa Perancis, beliau mempelajari angka-angka dalam bahasa Perancis, un, deux,trios, dan seterusnya. Ia lafalkan terus setiap saat. Menjadi kebanggan tersendiri apabila kita melafalkannya dengan fasih kelak. Yang aku kagumi adalah bahwa guru saya itu tidak hanya bisa berbahasa Perancis, beliau juga mampu berbahasa Jepang, Spanyol, Inggris dan Jerman. Hebat bukan?
Mengetahui beliau pandai dalam beberapa bahasa membuat saya iri. Saya katakan pada diri saya, kalau beliau bisa pasti saya juga bisa, asal mau berlatih dengan tekun dan jangan mudah menyerah. Kepandaian beliau dalam beberapa bahasa asing, menginspirasi saya untuk menggunakan metode belajar yang beliau gunakan. Beliau berkata bahwa jika ingin berhasil dalam menguasai suatu bahasa adalah rajinlah menulis bahasa itu, praktikan sesering mungkin dan banyak-banyaklah membaca buku yang berbahasa asing(bahasa asing yang ingin kita kuasai).

kisah inspirasi 1

  • September 14, 2010 at 8:35 pm in

Novita Permatasari
H34100022
Laskar 9
Jangan Pernah Berputus Asa
Ketika saya duduk di bangku SMA kelas 2, guru kimia saya sering bercerita tentang bagaimana cara belajar di perguruan tinggi. Beliau berkata bahwa cara mengajar dosen dengan guru-guru di SMA akan jauh berbeda. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk belajar mandiri, karena dosen tidak akan menerangkan secara detail mengenai suatu materi. Kita harus mencari segala yang berhubungan dengan materi itu sendiri, Hal itu menginspirasi saya untuk mengerjakan soal fisika yang materinya belum diajarkan oleh gurunya.
Saya berusaha sekuat tenaga untuk mengerjakan soal itu. Terlebih dahulu saya baca materinya, lalu saya kerjakan soalnya. Memang, waktu itu terasa sangat sulit karena saya harus benar-benar memahami materi itu. Saya hampir mau menangis, karena berulang kali materi itu saya baca dan berulang kali pula saya coba kerjakan soalnya, tetapi tetap saja belum ada hasilnya. Waktu itu saya berkata kepada diri saya untuk tidak menyerah. Karena saya akan merasa sangat bodoh jika harus mengalah hanya pada satu soal fisika. Lalu saya kerjakan soal itu dengan semangat yang tinggi. Alhamdulillah, saya menemukan jawabannya. Tetapi, masih ada sedikit keraguan di hati saya, benar atau salah jawaban itu.
Keesokan harinya, kietika ada pelajaran fisika saya membawa jawaban soal yang sudah saya kerjakan itu. Guru fisika saya memang suka memberikan kuis kepada murid-muridnya. Siapa yang paling cepat dan benar menjawab, maka dia yang akan mendapat nilai paling tinggi. Atau beliau akan memberikan nilai A pada siswa yang telah mengerjakan soal dengan kemauan sendiri dan hasilnya benar. Hari itu beliau bertanya “Siapa yang sudah mengerjakan soal uji kompetensi nomor 32?”. Kemudian saya dan teman saya mengangkat tangan. Beliau menyuruh kami untuk membawa hasil pekerjaan kami ke depan. Setelah diperiksa oleh beliau, ternyata hasil pekerjaan kami benar. Kami pun mendapat nilai A. Saya merasa sangat senang. Ternyata pengorbanan waktu untuk mengerjakan soal itu telah terbayar lunas oleh nilai A. Saya merasa sangat bersyukur waktu itu karena saya tidak jadi untuk menyerah. Saya tidak bisa membayangkan jadinya kalau waktu itu saya menyerah. Setelah menilai pekerjaan saya dan teman saya, barulah guru fisika menerangkan materi tersebut. Kejadian itu menginspirasi saya untuk selalu berusaha sekuat tenaga dan jangan mudah menyerah. Karena untuk mendapatkan hasil yang besar dibutuhkan pengorbanan yang besar pula. Yakinlah kalau kita akan mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang kita kerjakan. Dan jangan lupa juga untuk terus berdoa kepada Allah SWT agar Dia memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.